21.11.08

Belajar dan Portitusi, Tabukah?


Muda, cantik, berpendidikan ... namun mereka pernah menjual tubuh mereka hanya sekedar untuk "hadiah". kok bisa? Mengapa? Bagaimana? jika penasaran bacalah hasil Investigasi majalah Telquel edisi minggu lalu yang khusus menyoroti fenomena buruk yang telah mecemari lingkungan SMA dan beberapa kampus di Maroko itu.

Saya tidak tertarik menterjemahkannya, karena model serupa pun telah terjadi di kita dan mencoreng gaya hidup beberapa kampus Indonesia, anyway yang mau baca.. bacaah sendiri disini.

Tapi ngomong-ngomong, soal portitusi emang sesuatu yang mudah didapat, percaya atau tidak, bahkan ketika dalam keadaan sulit pun bagi sebagian orang yang bermental instant dan kurang iman ia akan menjadi pilihan yang mudah dan murah meriah juga menguntungkan, walau resiko tinggi dikemudian hari sudah menganga siap mengancamnya.

Mari kita telusuri dunia maya, dan coba deh cari beberapa konten sekolah atau kata kunci di situs mesin pencari, dengan kata "SMA dan kampus" saja telah membawa kita kearah digitalisasi mesum, berapa banyak gambar dan video hasil portitusi kecil-kecilan para kaum pelajar yang sudah tersebar di internet dan mudah diakses, sehingga menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk mencobanya. atau paling tidak kita sendiri pun yang melihatnya telah terjerumus kepada dosa kecil yang kalau keseringan akan membesar juga dosanya. nah lho?

Justru yang menjadi bingung, kok kenapa masih banyak yang mengkalim bahwa penyebab ini semua adalah karena kita tabu membicarakannya, kita masih malu kalau berdiskusi soal "seks" dan saudaranya, walau paktanya dilapangan begitu mudah didapatkan, lihatlah begitu mudah gadis2 ngasih MSN/YM dan ngajak kencan online dan ngopi darat atau bagi bagi acount facebook/friendster dll...

(akkh... bosen... mohon maaf...terusin sendiri aje ye...) sesuai imajinasi masing-masing.. wakakaka...

1 comment:

pucuk said...

salam kenal
Cara membaca dosa yang kadang-kadang beda tiap orang, makan daging babi sedikit atau banyak, khan sama aja dosa. mau sekali jinah atau seumur jina khan sama dosa. besar kecilnya hanya pangatur alam ini yang tahu.