10.4.07

Ada " Bali Nusa Dewata " Di Souiko Rabat


Kalau boleh meminjam bahasanya Para turis asing yang pernah ke bali, "bali is different" dan saya sangat sependapat, bali memang beda. (maaf) mungkin untuk sebagian orang, hususnya turis asing nama bali sudah akrab dan dikenal terlebih dahulu daripada indonesia, dengan keindahan alam, kedamaian, budaya dan kerukunannya apalagi ditambah dengan pamor indonesia yang semakin terpuruk dimata dunia pariwisata.

Jujur saja, ketika saya berkenalan dengan mengaku asli orang indonesia, mereka berdecak dan menggelengkan kepala, "saya ngeri melihat negara saudara..., saya sudah enggak berani mengunjungi negara saudara..., takut sunami, takut pesawat jatuh, takut banjir, takut kereta tabrakan... " dan lainnya. tapi ketika saya tanya " anda pernah ke bali? " mereka langsung tersenyum .. " oh.. bali bagus, indah dan damai, mungkin musim panas ini saya kesana". sungguh sebuah pengesanan yang beda.

kemarin sore, iseng surfing DVD baru di Souiko, pasar tradisional di kota lama Rabat dan biasa lebih dikenal dengan nama pasal gelap (kebanyakan dari kita memanggil begitu karena disitu tempatnya barang-barang eks Eropa, dari baru sampai 2nd hand dari asli sampai bajakan). saya terbelalak melihat pemandangan beda disana, sebuah kepingan DVD bajakan berkover "BALI Nusa Dewata" dijajakan pedagang kaki lima.

saya coba tanya pedagang itu " tahu gak Bali dimana?" dengan mantap dia jawab.. "di asia tenggara", "haah;.." saya kontan tersentak dan protes, saya bilang "ini di indonesia lho, bagian dari negara kami", tapi akhirnya saya memaklumi juga, toh dibelakang kovernya itu tertulis Bali itu berada diantara asia tenggara dan Oseania kok, tidak ada tertulis indonesia disitu, yah... akhirnya giliran saya yang mengelus dada, bali memang beda, tidak dipromosikan Departemen Pariwisata pun sudah banyak yang mempromosikan, sungguh naif sekali kita, atau saya deh khususnya ketika sudah berada di LN tapi kurang dalam mempromosikan budaya bangsa sendiri, sehingga harus menunggu orang lain mempromosikan; akhirnya kita hanya jadi penonton dan pembeli DVD, bahkan sekedar meluruskan informasi saja enggak berani.

namun khusus untuk DVD itu saya ucapkan terima kaih bagi Sunset France yang telah memproduksi, dan dilihat dari tujuannya yang tertulis " Ce DVD propose un voyage à Bali accompagé de musiques offrant un panorama des traditions balinaises en 5 canaux audio" ini sudah lebih dari sekedar mengundang orang untuk datang ke Bali, Vidio clip dari panorama alam, tarian tradisional dan berbagiai Festifal yang diiringi dengan alunan gamelan bali dengan suguhan kamera yang beda, sungguh bukan saja orang asing yang ingin berkunjung, saya juga menjadi tertarik untuk mengunjungi bali setelah menontonnya.

ada yang tertarik gak? ini bukti lho.. semalam kita nonton rame-rame dvd itu, soalnya saya bilang ada yang baru... sehabis nonton film 300 kita selang lihat DVD Bali, eh tiba-tiba setelah beberapa menit diputar, satu rekan kita nyeletuk " wah saya pengen bulan madu ke bali nanti" celetuknya sambil menghayal, wakakakak.... pokoknya hebat deh, dan bagi yang ingin menonton bisa pinjem DVD sayah, atau beli sendiri deh di souiko banyak seharga 10 DH, atau bisa beli online melalui situs ini www.playasound.com


1 comment:

Ochem said...

saya terharu dan sedih juga baca cerita tentang bali di dunia internasional yang kesannya berbeda ketika orang memandang indonesia.....
satu bulan yang lau ane berkenjung ke bali....karena tugas dinas...he... karena dapat fasilitas dari kampus tuk ikut kongres mahasiswa se indonesia ke bali....
memang bagi masyarakat hedonis sangat cocok di bali....toh mereka kesenangan merupakan tujuan mereka datang ke bali....kesan saya ketika datang ke bali memang bali sangat indah walaupun terlihat masih di pesawat dengan pantai yang indah dan awannya pun tidak seperti di jakarta yang hitam dan sumpek...
sebenarnya daerah yang 24 jam ramai pengunjung hanya di KUTA...daerah lain diknuungi siang hari sampai sore...
namun, saya juga berusaha untuk "mnyesuaikan diri" ketika berada di bali jalan-jalan di sana memang ramai untuk pesta pora....pantas saja orang militan saeperti amrozi cs...tidak segan-segan meledakkan salah satu cafe di sana karena suasana bali sangat fulgar apalagi ketika malam hari....namun, bagi para penikmat keindahan alam dan "badan" sangat cocok di sana....memang bali ialah pulau pariwisata internasional...dan kalo berkunjung ke bali jangan ingat kalau pernah menjadi seorang militan yang tak gentar amar makruf nahi munkar..he..coz malam hari adalam malam pesta....siang hari adalah siang untuk pesta...ditambah rak bali katanya....tapi alhmadulillah ane cuma seminggu di sana....